0

How Did That Get in My Lunch Box? The Story of Food

image

Judul : How Did That Get in My Lunch Box? The Story of Food
Penulis : Chris Butterworth
Ilustrator : Lucia Gaggioti
Penerbit : Scholastic
Cetakan : Oktober 2013
Bahasa : Inggris

Walaupun tipis tapi buku ini komunikatif dan eye-catching sekali. Seperti biasa kalo Arkan suka dengan bukunya biasa minta bolak balik dibacain dan diterangin.

Bukunya mengenai alur dari mana makanan sehari-hari berasal, terutama yang ada di kotak bekal anak-anak. Mulai dari susu, keju, roti, tomat, apel sampai coklat.

Dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik serta informasi yang runut dan mudah diceritakan kembali. Saya aja suka.

Sempet intip-intip di google ada lagi ga buku sejenis. Pengen beli lagi buat Arkan. Ternyata ada, judulnya Where Did My Clothes Come From? Tapi nemunya di amazon ^^”

image

image

0

My Very Noisy Digger (Ladybird Sound Book)

image

Publisher : Penguin Books 
Format : Board Book
Publish : 2011
Halaman : 12 Pages
Recommended ages: 2 – 5 years

Buku ini salah satu buku favorit Arkan, karena Arkan suka banget dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan kendaraan berat 😀 Jadi berasa PAS banget.

Colouful, eye-catching dan sangat interaktif. Yang bikin seru, buku ini mengikutsertakan anak-anak dalam kegiatan si Digger Man Dan selama bekerja dengan teman-temannya. Nah, bagian ini yang bikin My Very Noisy Digger ini jadi salah satu buku kesukaannya Arkan.

image

image

Ini bagian dalamnya. Tuh, colorful kan ya, gambarnya juga imut-imut. Recommended! 🙂

1

Playtown : A Lift-The-Flap-Book (Roger Priddy)

image

Publisher : Priddy Books 
Format : Board Book
Publish : 2014
Halaman : 16 Pages
ISBN: 9780312517373

Bisa dibilang sebagai buku anak import pertama yang Umi Arkan beli untuk Arkan. Pertama kali lihat langsung jatuh hati. Dan bener aja, begitu sampai bukunya melebihi ekspektasi. Langsung disampulin hehe.

Dengan gambar yang atraktif dan familiar bikin anak jadi tertarik buat buka sana sini, nanya sana sini. Ditambah lagi buku ini dilengkapi lebih dari 70 flaps, makin bikin kegiatan membaca makin mengasyikkan.

Sesuai judulnya, Playtown, buku ini berisi kegiatan sehari-hari masyarakat di Kota. Dipisah jadi 7 bagian. Ada kegiatan di pasar, stasiun kereta api, kebun binatang, airport, dan lain-lain. Dikemas dengan ilustrasi yang eye-catching dan colorful.

Cocok sekali untuk anak balita yang attention span nya masih sebentar-sebentar, lebih tertarik pada gambar. Buku ini juga “memaksa” orangtua untuk lebih kreatif bercerita. Recommended 🙂

image

image

*belinya di Online Bookshop akun Instagram : @storybookchildren

0

Seri Anak Sehat (Erlangga For Kids)

image

Seri Anak sehat terdiri dari 8 buku : Danis Kutuan, Noki Sakit Perut, Kaila Sakit Gigi, Nami Sakit Cacar, Fino Gatal-gatal, Cici Mimisan, Ela Gondongan, dan Vito Cacingan. Untuk smeentara ini Arkan baru punya 5 buku dari Seri Anak Sehat ini.

Yang paling berbekas banget di kepala Arkan ada dua buku, yaitu buku Kaila Sakit Gigi dan Fino Gatal-gatal. Minimal seminggu ada gitu 2 atau 3 kali ketemu 2 buku ini buat dibaca bareng sama Umi hihi..

Uminya jelas seneng-seneng aja, bikin Arkan rajin mandi plus rajin sikat gigi. Alhamdulillah.

image

Belum lagi bagian dalamnya yang lucu-lucu dan colorful bikin Arkan suka nambah cerita sendiri. Semua yang ada di gambar disebutin 😀 Ga nyesel belinya. Ini belinya ngacak di beberapa online book shop, jadi saya lupa dimana aja belinya ^^” Karena waktu itu ada yang ready ada yang ga. Recommended deh 🙂

0

Seri Aku Berhati-hati (Tiga Ananda)

image

Cerita : Lia Herliana
Ilustrasi: Adlina 
Penerbit : Tiga Ananda

Seri Aku Berhati-hati terdiri dari 6 seri : Asyiknya Jalan-jalan, Tamu Tak Dikenal, Ups, Licin, Didapur Mama, Awas Listrik, dan Main Yuk Dik. Tapi Arkan punya nya 5 seri aja. 1 seri lagi yang belum punya berjudul “Main Yuk, Dik”. Arkan belum punya adek lagi sih ^^”

Seri ini sangat aktual sekali, lewat membaca mengajarkan anak mengenai sikap berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari.

Kalo Uminya lagi ngendarain motor salah satu pesan sponsor Arkan, “Jangan ngebut-ngebut ya Mi.”

Atau kalo nemu colokan, “Ini ada listrik nya kan, Mi? Ga boleh dipegang.”

image

Dengan tulisan yang sedikit dan ilustrasi yang eye-catching cocok sekali dibacakan untuk anak seumuran Arkan (3 tahun). Anak malah jadi ikutan cerita juga dengan melihat gambarnya. Saya selaku Umi-nya juga jadi kreatif menambah cerita setiap kali mengulang-baca buku-buku ini. Recommended 😀

4

DIY : Perpustakaan Mini Si Kecil (Making Mini Library)

My old project, but as usually, newly executed hehe… Pojok buku buat Arkan selesai juga akhirnya. It’s simple as it looks. Gampang kok buatnya. Ga butuh keahlian khusus. Bahan-bahannya juga umum dan ada di toko bangunan.

Bahan yang diperlukan :
– siku besi / kayu / plastik (optional), gergaji sesuai ukuran
– tali pancing
– paku dinding (kalo kita dibor)

image

Gambar contoh Siku yang kami pakai. Bisa diwarnain pake pylox loh ini. Kalo kita ga diwarnain, ga sempet >_<

image

Siku-sikunya dipotong sesuai ukuran yang dimau.

Sedangkan tali pancing fungsinya untuk menjaga buku agar ga terjatuh. Seperti ini :

image

Keliatan ga ya? Jadi nanti ada paku yang dipalu di posisi paling kanan, tengah dan kiri, fungsinya sebagai tempat ngait tali pancingnya.

image

Sebelum dirombak jadi Pojok Buku tadinya kondisi pojokan ini seperti gambar diatas ini.

image

Dan ini setelah dirombak jadi pojok buku.

Semoga bermanfaat! 🙂

0

My Tree House Singapore (Perpustakaan Hijau Pertama di Dunia untuk Anak-anak)

Salah satu kenikmatan tinggal di perbatasan adalah bisa jalan-jalan ke negara tetangga dengan murah, dan mumpung masih stay di perbatasan maka kami gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya.

Untuk mencapai Singapura dari Karimun – Kepulauan Riau, harga tiket yang harus kami bayar sebesar Rp 1.020.000 untuk 3 orang, ini udah tiket PP ya (Pulang – Pergi). Untuk penginapan sendiri kami lebih memilih Backpaker Hotel yang murah meriah (next akan saya review insyaAllah).

NATIONAL BUILDING SINGAPORE

National Library Building of Singapore

Perjalanan ke Singapura beberapa bulan lalu sengaja kami khususkan untuk Arkan putra kami, karena ini perjalanan pertama kalinya Arkan ke luar negeri. Salah satu yang kami kunjungi adalah My Tree House Singapore yang merupakan bagian dari Perpustakaan Nasional Singapura (Children Section of National Library Singapore). Disebut-sebut sebagai World’s First Green Library for Kids karena Perpustakaan ini memang dirancang untuk anak-anak dengan tema yang ramah lingkungan, arena yang luas, dan sebagian properti pembangunannya menggunakan bahan-bahan daur ulang.

Masuknya gratis. Dibuka setiap hari dari jam 10 pagi hingga jam 9 malam dan tutup pada hari-hari libur nasional. Berlokasi di dalam Perpustakaan Nasional Singapura lantai bawah Aula Informasi dan Security. Kalau belum tau lokasinya bisa minta informasi ke Meja Information Center nya.

IMG_20141120_140711Di Aula ini kita juga bisa mengambil booklet bulanan khusus perpustakaan anak secara gratis yang disediakan di rak Meja Informasi dan Security. Konten booklet ini sangat informatif, jadi rasanya wajib ambil. Berisi berbagai macam jadwal acara yang diadakan di My Tree House selama 1 bulan. Ada Movie Screening, story time, Performing Art, Workshop untuk anak dan orang tua, bahkan Baby Yoga pun ada.

Begitu sampai ke lokasi, gerbang yang menyambut pengunjung menggambarkan dengan jelas apa yang ada di dalamnya, seperti mengatakan “welcome to the jungle book, kiddos!”. Bikin anak-anak tidak sabar ingin segera masuk.

GERBANG MASUK

Pintu Masuk ke dalam My Tree House

Saat masuk kita akan ketemu langsung dengan Rumah Pohon (Tree House) yang menjadi jantung dari perpustakaan anak ini. Batang Rumah Pohon ini terbuat dari aluminium dan kayu lapis sedangkan daun-daunnya terbuat dari botol plastik daur ulang. Rumah pohon ini merupakan spot paling diminati anak-anak, bahkan jadi tempat favorit bagi orang tua yang ingin membacakan cerita untuk anak-anak mereka.

TREE HOUSE

The Tree House (Rumah Pohon)

Latarnya yang didominasi warna hijau dengan tema alam, mulai dari karpet, tiang-tiang, rak buku, hingga arena membaca dan bermainnya menjadikan suasana semakin nyaman. Belum lagi design interior nya yang sangat atraktif, tidak heran anak-anak betah didalamnya.

IMG20141116102231

Rak-rak buku yang berbentuk dahan pohon

My Tree House memiliki koleksi 45.000 buku anak-anak dari bayi hingga usia 12 tahun. Pembagian buku-bukunya juga sangat informatif, rak dibagi berdasarkan usia anak, bahkan section for baby pun ada. Selain itu diisi juga dengan koleksi buku dengan empat ragam bahasa Melayu, Tamil, Chinese, dan Inggris.

Ada E-Reading Kiosks nya juga, lho. Semacam komputer yang bisa dipergunakan anak-anak untuk membaca E-Books atau bermain permainan edukatif yang tersedia.

Beberapa sudut dirancang menjadi tempat membaca yang nyaman untuk orangtua yang membawa anak bayi dan balita. Setting perpustakaan ini tidak hanya memudahkan anak-anak, tapi juga orang tua yang membawa anak-anak yang usianya lebih muda.

kidscorner2

Arkan makes friends ^^

Untuk menjangkau Perpustakaan Nasional Singapura lumayan mudah. Perpustakaan ini berlokasi di Victoria Street, di antara Bugis Junction dan Bras Basah Complex, dan berdekatan dengan Singapore Art Museum dan Singapore Management University (SMU). Jika dari Stasiun MRT Dhoby Gaut anda dapat menjangkau perpustakaan ini dengan turun di Stasiun MRT Bras Basah, kemudian jalan sedikit ke Victoria Street.

Nah, sebelum mengunjungi My Tree House di Perpustakaan Nasional, kami sempatkan dulu mampir ke Singapore Art Museum dan mejeng sebentar di Singapore Management University. Karena letak National Library ini juga dekat dengan Bras Basah Complex dan Bugis Junction, setelah bermain dan bereksplorasi di My Tree House, kami langsung melangkahkan kaki menuju Bras Basah Complex untuk berburu buku-buku bekas, pas pula lagi ada bazaar! Kemudian dilanjutkan cuci mata ke Bugis Junction, dan berakhir di Glam Road (Kampung Arab) untuk shalat dan makan. For kids, it’s a recommended trip! (iramarby)

IMG20141116104932

DropBox, buat ngembaliin buku

IMG20141116100747

Instagram corner di depan pintu masuk ^^